Jumat, 23 Oktober 2026
Rina Saadah Menghadiri Agenda COP17 CBD di Yerevan, Armenia
YEREVAN, ARMENIA — Menjaga keanekaragaman hayati membutuhkan kebijakan yang saling mendukung, keterlibatan masyarakat, serta pembiayaan yang berkelanjutan. Tanpa dukungan tersebut, upaya melindungi hutan, laut, dan ekosistem lainnya akan menghadapi tantangan dalam menjaga kesinambungan program dan manfaatnya bagi masyarakat.
Persoalan ini menjadi bagian dari pembahasan dalam forum Konferensi Para Pihak ke-17 Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD COP17) di Armenia. Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, turut berbagi gagasan sebagai pembicara bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia serta perwakilan Brasil dan Kongo.
Diskusi tersebut membahas keanekaragaman hayati dan pembiayaan iklim untuk mendukung konservasi hutan, laut, serta ekosistem lainnya. Pembahasan ini menempatkan pembiayaan bukan sekadar persoalan ketersediaan dana, melainkan juga bagaimana dukungan tersebut dikelola secara transparan dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
Sebagai negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia memiliki kepentingan untuk memperkuat kebijakan lintas sektor. Perlindungan ekosistem perlu terhubung dengan pembangunan, penghidupan masyarakat, dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.
Rina Saadah Sebagai Narasumber bersama KLH Indonesia serta Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Brazil dan Kongo di COP17 CBD, Armenia.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting. Konservasi tidak hanya berorientasi pada perlindungan kawasan, tetapi juga perlu memperhatikan masyarakat yang hidup di sekitar hutan, pesisir, dan wilayah yang memiliki nilai ekologis. Pembagian manfaat yang adil dapat membantu memperkuat dukungan terhadap upaya pelestarian.
Forum tersebut juga menyoroti kerja sama internasional, termasuk dukungan Brasil melalui Tropical Forests Forever Facility (TFFF), yang berkaitan dengan pembiayaan perlindungan hutan tropis. Berbagai pendekatan pendanaan dapat menjadi bahan pertukaran pengalaman antarnegara, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Partisipasi Rina sebagai pembicara dalam forum ini menjadi bagian dari dialog mengenai cara memperkuat pendanaan dan tata kelola konservasi. Bagi Indonesia, tantangannya adalah memastikan kebijakan, pembiayaan, dan pelaksanaan program berjalan searah, sehingga perlindungan keanekaragaman hayati dapat berlangsung berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara lebih luas.
#RinaSaadah#DPRRI#BiodiversityConservation#KebijakanHijau#KerjasamaInternasional
